Ribut-ribut soal UAN masih berjalan sekarang ini di Indonesia. Di musim UAN seperti saat ini, ada satu teori yang harusnya kita bahas dan pahami bersama. Nama teori itu adalah Understanding by Design (UbD). Apa itu dan bagaimana penerapannya akan saya bahas di artikel ini.
Understanding by Design adalah sebuah teori untuk yang seharusnya dipakai dalam hal pembuatan kurikulum pendidikan. Teori ini dipelopori oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe. Menurut kedua pakar bahasa ini, Understanding by Design adalah sebuah kerangka kerja untuk membantu kita menyusun kurikulum, asessement dan kegiatan di dalam kelas yang akan membantu pemahaman lebih mendalam siswa akan apa yang kita ajarkan.
Bagaimana konsep diatas bisa berjalan? Cara bekerja framework ini adalah dengan menggunakan Backward Design. Selama ini yang sudah berlaku dalam pembuatan kurikulum adalah mendesain materi yang akan diajarkan, cara pengajarannya dan kemudian merancang tes untuk mengukur keberhasilan pengajaran. Bakcward Design menerapkan hal yang sebaliknya. Dalam pelaksanannya, kita harus memikirkan hasil yang kita maui dari pengajaran kita. Apa yang kita ingin siswa untuk mengerti? Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan tes untuk mengukur pemahaman siswa. Barulah setelah itu kita mendisain materi yang akan kita sampaikan dan juga cara penyampaiannya.
Mari kita ambil sebuah contoh skala kecil. Misalnya kita akan mengajarkan siswa melakukan presentasi. Apa yang harus kita siapkan dulu? Tesnya. Kita harus muncul dengan kriteria presentasi yang baik. Kita tulis poin-poinnya dan kita gunakan poin-poin itu untuk mengukur keberhasilan siswa. Apabila kita menargetkan ketrampilan organisasi materi (beserta poin-poin yang lain, tentunya), kita harus mengajarkan siswa cara membagi sebuah presentasi. Jelaskanlah kepada mereka bahwa sebuah presentasi yang bagus terdiri dari pembukaan yang mengandung perkenalan subjek yang akan dipresentasikan, inti presentasi yang harus dibagi-bagi lagi supaya bisa lebih dimengerti dan lalu penutupan yang mengandung kesimpulan presentasi. Setelah itu, kita harus memikirkan penyampain materi yang mengena. Bisa saja kita berikan satu contoh presentasi kita sendiri kepada siswa. Setelah itu, kita bagikan bagian-bagian dari presentasi kita untuk ditelaah dan dikategorisasikan oleh siswa. Langkah selanjutnya adalah member kesempatan kepada siswa untuk melihat sebuah presentasi lain dan mempraktekan apa yang telah mereka pelajari dengan cara mengisi checklist dan mendiskusikannya dalam grup. Setelah itu, barulah kita beri latihan-latihan kepada siswa untuk melakukan presentasi mereka sendiri.
Konsep ini cukup logis untuk diterapkan. Understanding by Design membantu kita untuk tahu secara pasti arah sebuah pendidikan. Selain itu, UdB juga membuat kita tetap pada tujuan dan tidak salah arah dalam pencapainnya.
Bagaimana penerapan konsep ini di tempat anda mendidik?
Kalau anda butuh referensi lain, mungkin situs ini bisa membantu anda.
thanks buat infonya bro, Gbu
setelah seminggu penuh buta akan UbD, sekarang jadi ngerti. Sangat membantu saya sekali .. terima kasih