Ketika Daff, Dep, Ken dan saya berkumpul untuk beberapa cangkir kopi, kami memutuskan untuk mengangkat tema teknologi di postingan-postingan kami. Dan waktu itu saya langsung teringat oleh seorang guru yang menurut saya benar-benar perlu diketahui banyak orang di dunia.
Saya memutuskan untuk berkomunikasi dengan Paula. Berikut adalah cuplikan jawaban dari tiga pertanyaan yang saya kirimkan ke Paula melalui fasilitas messaging di situs itu:
Je:
Bisakah anda menceritakan sedikit tentang anda dan social network yang anda bangun ini?
Paula:
Well, saya adalah guru dari Argentina. Saya mengkhususkan diri di bidang Sejarah dan Teknologi Pendidikan. Saat ini saya sedang meyelesaikan S2 saya di Teknologi Pendidikan di University of Buenos Aires. Saya sendiri sudah bekerja sebagai Teacher Trainer dan Konsultan Pendidikan sejak tahun 2004.
Saya sangat tertarik sekali dengan Professional Development dalam bidang pendidikan. Saya bergabung ke beberapa situs jejaring sosial sampai suatu hari saya memutuskan untuk membuat sebuah jaringan sosial sendiri. Saya memakai NING—sebuah platform online yang menyediakan fasilitas pembentukan komunitas tertentu secara online. Tujuan saya adalah untuk bisa berbagi minat saya kepada teman-teman di semua belahan dunia. Di Teach With Internet saya bisa melakukan banyak hal seperti posting link, bahan mengajar, event-event, video dan juga foto-foto yang ada sangkut pautnya dengan dunia pendidikan.
Je:
Apakah ada hal-hal yang sangat menarik yang tidak bisa anda lupakan dalam pembuatan social network ini?
Paula:
Tentu saja. Saya pernah mengundang satu orang untuk bergabung online di situs saya. Setelah itu, tiba-tiba saja saya mendapat tawaran untuk menulis buku tentang tren pengajaran yang akan diterbitkan di negaranya segera. Buku itu berjudul: Smart Teaching: A transformational approach. Selain itu saya juga mendapat banyak sekali undangan untuk bergabung menjadi peserta maupun presenter di beberapa online course. Yang paling menarik buat saya adalah bahwa saya belum pernah sekalipun bertemu dengan orang-orang itu. Semuanya dilakukan secara online!
Je:
Menarik sekali, Paula. Tentu saja banyak sekali orang-orang–di Indonesia terutama–yang ingin tahu apa saja sebenarnya yang harus kita lakukan ketika kita dihadapkan pada penggunaan teknologi untuk mengajar. Ada saran?
Paula: Hal yang terpenting adalah tidak berhenti belajar. Dalam hal teknologi yang selalu berkemdang dan banyak sekali pilihan, yang terpenting adalah training-training tentang bagaimana menggunaka teknologi itu sendiri. Kalau guru-guru mendapatkan kesempatan mengikuti training-training dalam hal teknologi, tentunya mereka dapat mewujudkan imajinasi mereka dalam hal cara-cara mengajar. Yang saya ketahui, sekarang ini banyak sekali guru-guru yang “menghindari” penggunaan teknologi karena mereka tidak tahu bagaimana menggunakan teknologi itu. Sekali guru itu bisa, tentunya penerapan teknologi di kurikulum bukan menjadi masalah lagi. Menurut saya, guru-guru harus benar-benar mencoba WIKI.
Di bagian akhir wawancara saya dengan Paula, dia mengatakan hal yang saya pribadi sangat setuju.
“Mulailah mencari cara untuk bisa menruh karya-karya siswa di internet. Semakin banyak orang yang tahu kemajuan mereka dan menghargainya melalui komentar-komentar tentang tugas mereka, semakin termotivasilah mereka karena mereka sadar pekerjaannya ada yang mengapresiasi.”
Dari wawancara di atas saya berpikir. Apakah benar masalah guru di Indonesia terhadap teknologi adalah training-training untuk menggunakan teknologi itu? Jika benar, tentunya workshop-workshop kecil dan efektif mengenai penggunaan blog, facebook dan yang sejenis bisa menjadi solusi yang tepat. Apakah anda tertarik untuk mengikuti atau bahkan mengadakan workshop-workshop tersebut? Seberapa besarkan cinta anda kepada dunia pendidikan Indonesia?
–Je–
Menaruh karya murid-murid di web kayaknya ide bagus tuh. Mereka bersedia gak ya?
di tempat saya bekerja dulu, murid-murid didorong untuk menulis blog dalam bahasa Inggris sebagai salahsatu cara berlatih menulis.