Setelah hampir sepuluh tahun digunakannya teknologi dalam pengajaran, seperti apakah perwajahan pembelajaran on line di masa datang? Beberapa tahun ke depan, harga computer dan saluran internet akan jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelajaran tatap muka langsung yang mempersyaratkan pengajar dan peserta didik harus menempuh perjalanan.
1. CMS (Content Management System)
CMS adalah aplikasi yang memungkinkan pembuatan dan pengolahan informasi . Pada dasarnya, CMS ini adalah tempat penyimpanan yang dapat berisi laman internet, dokumen, data multimedia dan lainnya. CMS ini dapat dikelola sekelompok orang, yang memungkinkan kerjasama untuk berbagi data secara gratis sehingga memudahkan untuk memuat webpage.
Silakan cek di www.etomite.org
2. VLE (Virtual Learning Environment)
VLE memungkinkan pengolahan informasi detil, ujian/tes dan materi , hasil belajar siswa,
yang dioleh secara structural. Dengan model pembelajaran ini, guru dapat merancang pelajaran online dan mendaftarkan siswanya. Di dalam pelajaran sendiri, guru dapat menkombinasikan berbagai sumber (lembar informasi dan link ke situs-situs lain atau file lain) dengan elemen yang interaktif, kuis-kuis, kuestioner, pelajaran yang terstruktur, forum, dan chat rooms.
Ada beberapa macam sebutan untuk VLE ini, antara lain :
a. MOO (multi-user Dimension Object Oriented) atau MUDs (multi-user Dimension/Dungeon/ Dialog). MOO banyak dipakai untuk teknologi permainan online, dan pada intinya adalah environment yang memungkinkan interaksi antara beberapa orang dan juga interaksi dengan obyek virtual.
b. MUVEs (multi-user virtual environment)
Yang bentuknya teks, dan orang bisa chat dan menceritakan obyek dan tindakan, tapi karena perkembangan kecepatan video dan computer dan akses internet, kini juga memungkinkan environment yang berbasis grafik.
Silakan dibuka: www.blackboard.com , www.moodle.org, http://secondlife.com/whatis/, atauwww.sloodle.com
3. M-learning (mobile learning)
Dengan tingginya peringkat penggunaan mobile phones, MP3 players, PDA, smart phone, bahkan I Pad yang baru diluncurkan, bagi generasi muda sekarang ini, tentunya m-learning bisa dikatakan normal dan diterima karena adanya tuntutan dari gaya hidup yang makin fleksibel termasuk untuk pembelajaran. Sebagai contoh, Negara Jepang, penduduknya telah terbiasa mendowload dan berlatih TOEIC melalui handphone pada saat naik kereta (sebagaimana kita tahu rata-rata orang Jepang adalah commuter yang menempuh perjalanan jauh setiap harinya dengan kereta/subway).Agnes Kukulska Hulme, seorang dosen Jepang dari Universitas Terbuka di Jepang telah melakukan riset (http://iet.open.ac.uk//pp/a.m.kukulska-hulme/agnes.html). Juga departemen m-research di universitas Birmingham melakukan riset di Universitas Nagoya mengenai penggunaan tablet PC dan Mobile CALL Project (http://www.studypatch.net/mobile/).
Nah, sekarang pilihannya ada pada kita, mau jadi pengajar yang disebut technology illiterate (buta teknologi) atau techno phobia (takut teknologi) atau techno immigrant (masih dalam transisi belajar menggunakan teknologi). Sedangkan, pastinya siswa kita sekarang ini bakalan dikategorikan digital native atau technology geeks, yang sejak lahir pun sudah akrab dengan gadget-gadget canggih dan perkembangan teknologi. Rekan guru, bersiaplah!
wah boleh juga tuh
Lebih enak On LINE yah..?