Mungkin anda pernah dalam posisi yang sama dengan saya : terheran-heran bagaimana bisa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang sama, dan diasuh oleh orang tua yang sama namun bisa punya kepribadian yang berbeda? Saya punya 3 orang anak, dan bukan karena musim ataupun makanan yang saya konsumsi selama hamil, tapi begitu mereka lahir ternyata masing-masing punya kepribadian yang berbeda.
Setelah terheran-heran pun akhirnya saya memberanikan diri untuk mendatangi suatu badan konsultasi untuk mengukur kecenderungan kepribadian anak-anak saya itu. Eng-ing-eng : dari 4 jenis kepribadian yang ada sesuai teorinya William Moulton Marston, 3 anak saya masing-masing masuk ke dalam kategori yang berbeda. Tidak berhenti di situ, ternyata gaya belajar masing-masing pun berbeda, jadi saya tidak bisa pukul rata cara mengajari mereka (Duh, terbayang tantangan yang dihadapi seorang guru yang memiliki 40 siswa). Dan saya pun baru sadar, bahwa saya pun cenderung mengajarkan mereka sesuai dengan kepribadian saya dan gaya saya belajar yang belum tentu sesuai dengan mereka.
Sebenarnya, mudah saja mengindentifikasi ciri-ciri kepribadian anak. Anda mau coba ?
Setelah menggali, mari kita lihat lebih dalam lagi, bagaiamana cara anak-anak dari setiap kategori ini belajar dan bagaimana kita mengajarkannya.
| Dominan | Influence | Steadiness | Compliance | FACTORS |
| Mudah membuat keputusan | senang berinteraksi dengan orang lain | sabar, setia, empati dengan orang lain | memperhatikan prosedur, protokol | Kecenderungannya |
| Gerakannya cepat dan sigap, cenderung kurang sabar dan senang mengatur orang lain | Menggunakan bahasa tubuh yang ekspresif, banyak gerakan, banyak bicara | Gerakan tubuhnya pelan dan lemah, tampak tenang | Ciri-ciri | |
| Persaingan, tantangan, mandiri, dinamis | Bersama-sama orang lain (dalam kelas), bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain, tidak bermasalah dengan persaingan. | Dalam lingkungan sosial yang harmonis, bersama-sama. Menghindari persaingan | Langsung, tidak ada gangguan, banyak hal-hal detil, melibatkan proses dan metode tertentu. | Lingkungan pembelajaran yang sesuai (where) |
| Sangat cepat, tingkat tinggi, gambaran umum , singkat. | cepat, interaktif, santai (tidak formal), bebas. | Pelan, hati-hati, sistematis, | Sangat pelan, taat azas, mendalam | Kecepatan belajar (when) |
| Meningkatkan daya saing atau hasil yang baik di ranah lain. | Bersosialisasi, menjalin pertemanan, berbagi | Menciptakan dan mendorong stabilitas. | untuk memastikan atau memperbaiki kuaitas dan pengetahuan | Tujuan pembelajaran (why) |
| Gambaran umum saja. alasan-alasan saja, tanpa proses. | Gambaran umum saja. alasan-alasan saja, tanpa proses. | gambaran kecil. detil dan proses. | gambaran kecil. detil dan proses. | Cakupan pembelajaran (what) |
| 1. Singkat, beri intinya saja,
2. diskusi dengan cakupan topik yang tidak terlalu luas, 3. hindari membuat generalisasi 4. hindari mengulang-ulang pesan 5. fokus pada solusi, bukan masalahnya. |
1. ceritakan pengalaman pribadi anda
2. beri kesempatan untuk bertanya dan berbicara 3. fokus pada hal-hal yang positif 4. hindari memberikan terlalu banyak detil 5. jangan memotong perkataan anak |
1. tunjukkan anda berminat dan menikmati bercakap-cakap dengan anak
2. tunjukkan apa yang anda harapkan dari anak 3. beri waktu untuk memberi penjelasan 4. santun dan hindari sikap frontal, agresif atau kasar |
1. sabar, persisten, dan diplomatis pada saat bercakap-cakap dengan anak
2. hindari pembicaraan pribadi atau bahasa emosional. 3. bicara perlahan dan tidak terlalu keras, beri jeda panjang supaya anak bisa berpikir dan bertanya |
Cara membantu anak belajar |
Senang sekali selalu memperoleh informasi baru. Boleh dong saya diberi filenya biar bisa dikabarkan ke guru-guru. Biar semakin banyak guru yang mengetahui perkembangan anak dan pembelajaran yang ramah anak