Hasrat menggejolak dari anak-anak yang libur sekolah dikarenakan iklan TV. Ya, ya, ya. katakanlah itu program mengisi liburan ala hedonisme : pergi ke mall ini atau anu karena ada mainan ini atau anu. Celakanya anak-anak pun sudah pandai mempersuasi ortunya dengan iming-iming diskon atau paket murah dengan menggunakan kartu kredit dari bank anu.
Saya cuma jadi melamun ingat masa kecil dan terharu biru mengenang cara saya mengisi liburan : dulu. Walau selorohan anak saya adalah ” ya, lain dulu lain sekarang kaleee”. Anak SD semasa saya dulu, libur tak libur kegiatannya sama :
1. membuat kue dari tanah merah
Tanah diberi air, dicetak dan dijemur di bawah terik matahari.
2. mencari daun waru : untuk membuat minyak-minyakan
jaman dulu ngetrend abis yang namanya main jual-jualan: daun dipotong-potong segala bentuk, bunga-bunga diuntai menjadi kalung atau anting, daun waru diperas dan airnya menjadi minyak yang dijual dengan literan (nah jadi belajar matematika kan?)
3. lomba panjat pohon
tak perduli laki perempuan, permainan yang mengasyikkan adalah lomba panjat pohon. Mulai dari pohon yang mudah dipanjat seperti flamboyan yang berdahan lebar, sampai pohon sirsak yang banyak ulatnya. hiiiiiiy.
4. main sepeda
wah , ini sih masih bisa diberlakukan di jaman sekarang! Silakan disarankan kepada anak-anak.
5. lomba
lomba main kutik dengan karet, lomba gambaran, lomba gundu, lomba biji karet, banyaklah!
6. main peran
nah yang satu ini juga seru! main perang-perangan, dokter-dokteran, guru-guruan, sampai maling-malingan! anehnya dulu tidak ada yang kenal konsep idol-idolan!
Tiba-tiba, saya dicolek anak saya yang berkata, ” Bu, pinjam I-pad nya dong! Bosan nih main game di komputer”. Gubrak.