Libur resmi antisipasi budget

Suatu hari saya membuka kamar hotel di tempat saya menginap pagi-pagi untuk mengecek apakah ada koran tergantung di pegangan pintu. Saya benar. Saya ambil koran itu dan saya browse-browse beritanya. Berbagai macam berita ada di koran Seputar Indonesia edisi 25 Oktober 2009. Tetapi ada satu yang benar-benar membuat perasaan saya campur aduk.

Koran edisi itu menyelipkan satu berita di bagian Internasional. Judulnya saja sudah membuat saya penasaran untuk membacanya: “Hawai Potong Hari Bersekolah”. Saat itu saya bertanya-tanya tentang apa yang akan saya baca–maksud saya adalah alasan kenapa Hawai melakukan hal itu. Ketika mata saya mulai bergerak ke kanan dan ke kiri, saya terkejut bukan main. Hawaii memutuskan menutup sekolah pada hari Jumat hanya karena Hawaii bermaksud mengurangi pengeluaran. Apa ituuuu? Menurut Seputar Indonesia, Departemen Pendidikan setempat mengambil keputusan di atas untuk menghemat USD 468 yang dibutuhkan untuk menutupi defisit anggaran.

Reaksi? Tentu ada. Orang tua murid memprotes keputusan itu. Itu saja yang dibahas di artikel surat kabar yang tadi saya sebut. Tidak ada pembahasan lain mengenai efeknya ke warga didik. Apakah mereka merasa kesal karena jam belajar di sekolahnya dipotong? Ataukah mereka malah merasa senang dengan keputusan itu? Pro dan Kontra tentu saja ada.

Nah, sekarang mari kita bayangkan bila hal serupa terjadi di Indonesia. Bagaimana reaksi anda? Apakah anda akan mendukung keputusan tersebut? Semoga saja tidak. Namun jika hal ini terjadi di negara kita, saya benar-benar berharap ada demonstrasi besar-besaran untuk menentangnya.

Memang sudah bukan hal baru bahwa kebijakan pemerintah terkadang tidak menguntungkan warganya. Mari kita ambil contoh pergantian menteri yang dilakukan paling tidak lima tahun sekali. Dengan pergantian ini, beberapa hal pun juga berubah. Di dunia pendidikan contohnya, urusan rubah-merubah ini pun bisa sampai ke hal-hal kecil seperti buku yang digunakan siswa di kelas. Repot sekali ya?

Artikel yang saya baca membuka mata saya terhadap satu hal: kita harus punya sebuah pendapat yang logis terhadap efek dari tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah. Peristiwa di Hawaii dan maslaah pergantian buku itu bisa kita jadikan pelajaran sebagai orang yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Marilah kita susun berbagai macam pendapat



0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Beri Komentar