Kecenderungan Belajar

Jika saya bertanya kepada anda, mengenai kesukaan anda, apakah jawaban kita akan sama?

Tentu tidak. Ijinkan saya memberi contoh.

  1. Jenis film apa yang anda sukai? (drama, action, horror, komedi?)
  2. Anda suka menonton di bioskop atau di rumah ?
  3. Jika saya bertanya kepada anda, mengenai kesukaan anda, apakah jawaban kita akan sama? Tentu tidak. Ijinkan saya memberi contoh.
  4. Jenis film apa yang anda sukai? (drama, action, horror, komedi?)
  5. Anda suka menonton di bioskop atau di rumah ?
  6. Bioskop mana yang paling sering anda kunjungi? Kenapa?
  7. Anda suka duduk di sebelah mana di dalam bioskop?
  8. Bagaimana cara anda duduk selama pertunjukan? Bertumpang kaki? Menjulurkan kaki?
  9. Apakah anda makan sesuatu sambil menonton? Apa yang anda makan?
  10. Apakah anda berbicara dengan sebelah anda selama pertunjukan berlangsung?
  11. Apakah anda pernah tertidur di bioskop selama film diputar?
  12. dst.

Dari perkara menonton film saja, selera kita berbeda. Apakah perbedaan itu berakibat pada tingkat kepuasan ? Relatif jawabannya. Hal yang sama terjadi pada pembelajaran. Apakah kita sadar bahwa kita punya gaya belajar tersendiri? Apakah gaya kita sebagai guru sama dengan gaya belajar siswa kita? Apakah kita boleh memaksakan kehendak kita, gaya belajar yang kita kuasai untuk diterapkan murid kita? Apakah pembelajar tidak boleh memilih gaya belajar yang sesuai dengan dirinya?

Kita sebenarnya dapat membantu siswa untuk belajar, untuk belajar lebih baik, jika kita bisa mengidentifikasi kecenderungan belajar mereka. Jika saja kita mau meluangkan waktu dan perhatian memperhatikan beberapa hal, yang antara lain :

1. Lingkungan fisik
Ada orang yang perlu cahaya lampu yang terang untuk belajar, ada juga yang lebih menyukai cahaya redup. Belum pernah diteliti apakah cahaya redup bisa mengakibatkan kerusakan mata. Jadi, biarkan siswa merasa nyaman dengan pilihannya : terang atau redup. Juga perhatikan temperatur ruangan, tingkat kebisingan, posisi duduk, dan … (silakan tambahkan sendiri) selama itu tak mengganggu siswa lainnya. Kalau andalah yang terganggu, saya sarankan anda berpikir lagi untuk mengambil profesi sebagai guru.

2. Keadaan emosi
Manusia termotivasi karena alasan yang berbeda-beda. Ada orang yang hobinya mempertanyakan kenapa ia harus belajar tentang A. Ada juga orang yang manut saja, apapun yang disuguhkan gurunya. Bukan berarti anak yang pertama pembelajar yang lebih buruk dibanding yang kedua.
Kadang ada orang tua yang mati-matian memaksa anaknya mengerjakan PR begitu pulang sekolah. Dalam kenyataan keseharian, ada orang yang motivasinya luar biasa jika sudah terpepet waktu. Istilah mereka : “kalo kepepet, getah-getah di otak keluar semua”.

3. Fisiologis
Ada jenis orang yang harus makan atau minum sambil belajar. Ada anak yang harus lompat-lompat dan berlari-lari pada saat mengerjakan tugas. Ada orang yang duduk seperti patung untuk mengerjakan sesuatu. Ada orang yang baru bisa bekerja di pagi hari, ada juga yang mirip kelelawar: menunggu malam baru bisa bekerja. Mereka baik-baik saja, tak perlu dikhawatirkan apalagi dimarahi. Berilah fleksibilitas.

4. Psikologis
Kita akan lebih mudah menangkap pelajaran jika kita mengikutsertakan kelima indera kita. Ada pembelajar visual, audio atau tactile. Mereka belajar lebih baik, karena kecenderungannya cocok.

Nah sesudah anda membaca ini, masihkah anda dapat mengatakan hal-hal seperti ini ;

  • Nanti matamu rusak. Nyalakan lampunya!
  • AC nya dimatikan saja!
  • Bagaimana kamu mau belajar sambil dengar radio begini?
  • Duduk di kursi! Jangan duduk menulis di lantai.
  • Sudah, tidak usah tanya-tanya! Kerjakan saja tugasmu!
  • PR nya ! Ayo! Kerjakan sekarang, jangan nanti-nanti!
  • Yang ini dulu dong dikerjakan, baru lah yang ini!
  • Jangan mondar-mandir kalau sedang belajar. Duduk!
  • Dengarkan! Perhatikan. Jangan menggambar-gambar kalau sedang dijelaskan!

Tolong ya, demi hak asasi anak. Jangan dipaksa!ioskop mana yang paling sering anda kunjungi? Kenapa?
4. Anda suka duduk di sebelah mana di dalam bioskop?
5. Bagaimana cara anda duduk selama pertunjukan? Bertumpang kaki? Menjulurkan kaki?
6. Apakah anda makan sesuatu sambil menonton? Apa yang anda makan?
7. Apakah anda berbicara dengan sebelah anda selama pertunjukan berlangsung?
8. Apakah anda pernah tertidur di bioskop selama film diputar?
9. dst

Dari perkara menonton film saja, selera kita berbeda. Apakah perbedaan itu berakibat pada tingkat kepuasan ? Relatif jawabannya. Hal yang sama terjadi pada pembelajaran. Apakah kita sadar bahwa kita punya gaya belajar tersendiri? Apakah gaya kita sebagai guru sama dengan gaya belajar siswa kita? Apakah kita boleh memaksakan kehendak kita, gaya belajar yang kita kuasai untuk diterapkan murid kita? Apakah pembelajar tidak boleh memilih gaya belajar yang sesuai dengan dirinya?

Kita sebenarnya dapat membantu siswa untuk belajar, untuk belajar lebih baik, jika kita bisa mengidentifikasi kecenderungan belajar mereka. Jika saja kita mau meluangkan waktu dan perhatian memperhatikan beberapa hal, yang antara lain :

1. Lingkungan fisik
Ada orang yang perlu cahaya lampu yang terang untuk belajar, ada juga yang lebih menyukai cahaya redup. Belum pernah diteliti apakah cahaya redup bisa mengakibatkan kerusakan mata. Jadi, biarkan siswa merasa nyaman dengan pilihannya : terang atau redup. Juga perhatikan temperatur ruangan, tingkat kebisingan, posisi duduk, dan … (silakan tambahkan sendiri) selama itu tak mengganggu siswa lainnya. Kalau andalah yang terganggu, saya sarankan anda berpikir lagi untuk mengambil profesi sebagai guru.

2. Keadaan emosi
Manusia termotivasi karena alasan yang berbeda-beda. Ada orang yang hobinya mempertanyakan kenapa ia harus belajar tentang A. Ada juga orang yang manut saja, apapun yang disuguhkan gurunya. Bukan berarti anak yang pertama pembelajar yang lebih buruk dibanding yang kedua.
Kadang ada orang tua yang mati-matian memaksa anaknya mengerjakan PR begitu pulang sekolah. Dalam kenyataan keseharian, ada orang yang motivasinya luar biasa jika sudah terpepet waktu. Istilah mereka : “kalo kepepet, getah-getah di otak keluar semua”.

3. Fisiologis
Ada jenis orang yang harus makan atau minum sambil belajar. Ada anak yang harus lompat-lompat dan berlari-lari pada saat mengerjakan tugas. Ada orang yang duduk seperti patung untuk mengerjakan sesuatu. Ada orang yang baru bisa bekerja di pagi hari, ada juga yang mirip kelelawar: menunggu malam baru bisa bekerja. Mereka baik-baik saja, tak perlu dikhawatirkan apalagi dimarahi. Berilah fleksibilitas.

4. Psikologis
Kita akan lebih mudah menangkap pelajaran jika kita mengikutsertakan kelima indera kita. Ada pembelajar visual, audio atau tactile. Mereka belajar lebih baik, karena kecenderungannya cocok.

Nah sesudah anda membaca ini, masihkah anda dapat mengatakan hal-hal seperti ini ;
- Nanti matamu rusak. Nyalakan lampunya!
- AC nya dimatikan saja!
- Bagaimana kamu mau belajar sambil dengar radio begini?
- Duduk di kursi! Jangan duduk menulis di lantai.
- Sudah, tidak usah tanya-tanya! Kerjakan saja tugasmu!
- PR nya ! Ayo! Kerjakan sekarang, jangan nanti-nanti!
- Yang ini dulu dong dikerjakan, baru lah yang ini!
- Jangan mondar-mandir kalau sedang belajar. Duduk!
- Dengarkan! Perhatikan. Jangan menggambar-gambar kalau sedang dijelaskan!

Tolong ya, demi hak asasi anak. Jangan dipaksa!

Sanjaya_Ken



2 Komentar

  1. ken sanjaya says:

    aain, salam kenal. semoga bermanfaat.

Beri Komentar