<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dampak RSBI/ SBI</title>
	<atom:link href="http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html</link>
	<description>indonesia educate</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Oct 2011 03:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Sekolah Saat Ini: SBI dan RSBI &#124; Agus Wibisono</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-642</link>
		<dc:creator>Sekolah Saat Ini: SBI dan RSBI &#124; Agus Wibisono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 13:36:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-642</guid>
		<description>[...] Namun yang masih menjadi sebuah problematika saat ini adalah sudah siapkah sekolah-sekolah untuk menerapkan menuju sekolah berstandar internasional?? baik jika dipandang dari faktor 6M : Man (SDM), Money (anggaran), material (input), Machine (bahan ajar), Methode (sistem pengajaran), Management. Tentunya jika persyaratan tersebut sudah dilengkapi pasti tidak ada kasus terjadi kendala-kendala dalam pengajaran RSBI dan SBI. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Namun yang masih menjadi sebuah problematika saat ini adalah sudah siapkah sekolah-sekolah untuk menerapkan menuju sekolah berstandar internasional?? baik jika dipandang dari faktor 6M : Man (SDM), Money (anggaran), material (input), Machine (bahan ajar), Methode (sistem pengajaran), Management. Tentunya jika persyaratan tersebut sudah dilengkapi pasti tidak ada kasus terjadi kendala-kendala dalam pengajaran RSBI dan SBI. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Devi Felina Carolin</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-621</link>
		<dc:creator>Devi Felina Carolin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 07:13:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-621</guid>
		<description>lbh dari sekedar wawasan dan pengetahuan,..

seolah motivasi. saya sangat berterima kasih,..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lbh dari sekedar wawasan dan pengetahuan,..</p>
<p>seolah motivasi. saya sangat berterima kasih,..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mariskova</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-558</link>
		<dc:creator>mariskova</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 07:23:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-558</guid>
		<description>@cumi_kuadrat: email kami sudah diterima, Mas? Kami tunggu loh partisipasinya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@cumi_kuadrat: email kami sudah diterima, Mas? Kami tunggu loh partisipasinya <img src='http://indonesiaeducate.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bakti sukrisna</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-554</link>
		<dc:creator>bakti sukrisna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 01:23:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-554</guid>
		<description>Menarik membaca tulisan ini, RSBI/SBI menjadi permasalahan Nasional. Saya sebagai orang tua yang anaknya masuk SMP RSBI di Kota mataram ntb. Sebetulnya belum jelas benar apa standar RSBI/SBI, krena jenjang sekolah dari TK, SD, SMP, SMA ini jenjang masuk jalur Internasional yang bernama Universitas. Ada  jalur lain sekolah kejuruan dari smp ke SMK, Diploma ( I,II, III ) atau sekolah vokasi. Jadi menurut saya sangat latah kalau dari TK sampai SMA atau SMK sudah berlabel Internasional. Sebetulnya pendidikan berjejang ini hanya menyiapkan peserta didik untuk bisa menyiapkan jenjang berikutnya sesuai kompetensinya dan sekolah hanya mengelola standar mutu masing2 dan menjaganya supaya sustainable. Sekolah tidak bertujuan menjadi Sekolah Favorid, karena yang akan dituju sekolah berkwalitas yang standar, bahwa outcome alumninya siap untuk melanjutkan, bukan berlomba-lomba menjadi sekolah favorit yang hanya menjadi kebanggaan semu yang berorientasi kwantitatif nilai UN yg tinggi, masuk sekolah2 Favorit berikutnya , yang semua ini membuat pendidikan tidak efektif dan efisien ujung2nya stres, depresi baik anak didik, guru sampai orang tua murid. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pebisnis pendidikan yang bernama lembaga bimbingan belajar, yang muncul bak jamur dimusim hujan. Anak didik sekarang  tumbuh dalam era kompetisi yang tidak sehat, tidak ada waktu untuk bermain, pulang sekolah les-les, tidak bisa membaca apa yang terjadi di masyarakat, kreativitas hilang, belajar-belajar terus belajar, maka tidak heran muncul stress depresi. Belum dari segi biaya orang tua yang membengkak, bayangkan setiap peserta didik yang masuk RSBI SMP harus menanggung beban pengembangan sekolah dari 3 jt sampai 3,5 jt , spp tiap bulan 200 rb- 250 rb, belum lagi les Bhs , seragam sekolah, buku bisa2 biaya sudah lebih besar dri biaya kuliah di Universitas Negeri di Mataram NTB. ya kita sbagai orang tua tidak bisa ada pilihan lain. Pendidikan sudah kapitalistik liberal di negeri yang Pancasialis sungguh Ironis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik membaca tulisan ini, RSBI/SBI menjadi permasalahan Nasional. Saya sebagai orang tua yang anaknya masuk SMP RSBI di Kota mataram ntb. Sebetulnya belum jelas benar apa standar RSBI/SBI, krena jenjang sekolah dari TK, SD, SMP, SMA ini jenjang masuk jalur Internasional yang bernama Universitas. Ada  jalur lain sekolah kejuruan dari smp ke SMK, Diploma ( I,II, III ) atau sekolah vokasi. Jadi menurut saya sangat latah kalau dari TK sampai SMA atau SMK sudah berlabel Internasional. Sebetulnya pendidikan berjejang ini hanya menyiapkan peserta didik untuk bisa menyiapkan jenjang berikutnya sesuai kompetensinya dan sekolah hanya mengelola standar mutu masing2 dan menjaganya supaya sustainable. Sekolah tidak bertujuan menjadi Sekolah Favorid, karena yang akan dituju sekolah berkwalitas yang standar, bahwa outcome alumninya siap untuk melanjutkan, bukan berlomba-lomba menjadi sekolah favorit yang hanya menjadi kebanggaan semu yang berorientasi kwantitatif nilai UN yg tinggi, masuk sekolah2 Favorit berikutnya , yang semua ini membuat pendidikan tidak efektif dan efisien ujung2nya stres, depresi baik anak didik, guru sampai orang tua murid. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pebisnis pendidikan yang bernama lembaga bimbingan belajar, yang muncul bak jamur dimusim hujan. Anak didik sekarang  tumbuh dalam era kompetisi yang tidak sehat, tidak ada waktu untuk bermain, pulang sekolah les-les, tidak bisa membaca apa yang terjadi di masyarakat, kreativitas hilang, belajar-belajar terus belajar, maka tidak heran muncul stress depresi. Belum dari segi biaya orang tua yang membengkak, bayangkan setiap peserta didik yang masuk RSBI SMP harus menanggung beban pengembangan sekolah dari 3 jt sampai 3,5 jt , spp tiap bulan 200 rb- 250 rb, belum lagi les Bhs , seragam sekolah, buku bisa2 biaya sudah lebih besar dri biaya kuliah di Universitas Negeri di Mataram NTB. ya kita sbagai orang tua tidak bisa ada pilihan lain. Pendidikan sudah kapitalistik liberal di negeri yang Pancasialis sungguh Ironis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cumi_kuadrat</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-546</link>
		<dc:creator>cumi_kuadrat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 07:36:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-546</guid>
		<description>@ts.. pagimana nich.. di approve kagak neh request ane??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ts.. pagimana nich.. di approve kagak neh request ane??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cumi_kuadrat</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-543</link>
		<dc:creator>cumi_kuadrat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 03:09:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-543</guid>
		<description>numpang copas ye... ntar tak cantumin sumbernye kok.. 

thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>numpang copas ye&#8230; ntar tak cantumin sumbernye kok.. </p>
<p>thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gembong Jaswito, S.Pd</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-497</link>
		<dc:creator>Gembong Jaswito, S.Pd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 03:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-497</guid>
		<description>SBI merupakan bentuk sekolah yang diamanatkan oleh undang-undang.Dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama.Sesuai dengan visi dan misi SBI yang ingin memberdayakan seluruh potensi kecerdasan anak didik agar bisa bersaing dalam percaturan global maka sudah sepatutnya usaha pemerintah ini ,kita dukung. Memang selama 6 tahun ini SBI masih belum menemukan format yang sempurna. Disana-sini masih banyak kita temukan permasalahan. Saat ini yang menjadi sorotan utama SBI adalah soal pembiayaan. Dengan biaya selangit tanpa ada pengawasan dari pihak terkait dan penggunaan dana yang kurang jelas tentu saja ini menimbulkan tanda tanya besar pd orang tua. Apalagi ternyata dengan biaya yang besar tersebut belum menghasilkan kontribusi berupa lulusan siswa yang berkwalitas bahkan ada kesamaan antara lulusan SBI dengan lulusan sekolah reguler. Sebenarnya kalau kita mau bersabar sedikit kita dahulukan peningkatan SDM para guru. Setelah SDM guru siap baru kita pasang label SBI. Dengan demikian anekdot kalau SBI ( SEKOLAH BERTARIF INTERNASIONAL )tidak akan terdengan lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SBI merupakan bentuk sekolah yang diamanatkan oleh undang-undang.Dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama.Sesuai dengan visi dan misi SBI yang ingin memberdayakan seluruh potensi kecerdasan anak didik agar bisa bersaing dalam percaturan global maka sudah sepatutnya usaha pemerintah ini ,kita dukung. Memang selama 6 tahun ini SBI masih belum menemukan format yang sempurna. Disana-sini masih banyak kita temukan permasalahan. Saat ini yang menjadi sorotan utama SBI adalah soal pembiayaan. Dengan biaya selangit tanpa ada pengawasan dari pihak terkait dan penggunaan dana yang kurang jelas tentu saja ini menimbulkan tanda tanya besar pd orang tua. Apalagi ternyata dengan biaya yang besar tersebut belum menghasilkan kontribusi berupa lulusan siswa yang berkwalitas bahkan ada kesamaan antara lulusan SBI dengan lulusan sekolah reguler. Sebenarnya kalau kita mau bersabar sedikit kita dahulukan peningkatan SDM para guru. Setelah SDM guru siap baru kita pasang label SBI. Dengan demikian anekdot kalau SBI ( SEKOLAH BERTARIF INTERNASIONAL )tidak akan terdengan lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mimie Asfian</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-446</link>
		<dc:creator>mimie Asfian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 14:18:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-446</guid>
		<description>Komentar yg bagus ...!! saya kira emang banyak yg harus i benahi dari pendidikan di negri kita, SBI itu konsep yg bagus hanya saja perlu di persiapkan dengan matang dan di pikirkan apa yg di inginkan dengan SBI tsb ? apakah anak - anak di persiapkan untuk go Internasional ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar yg bagus &#8230;!! saya kira emang banyak yg harus i benahi dari pendidikan di negri kita, SBI itu konsep yg bagus hanya saja perlu di persiapkan dengan matang dan di pikirkan apa yg di inginkan dengan SBI tsb ? apakah anak &#8211; anak di persiapkan untuk go Internasional ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jatmiko</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-445</link>
		<dc:creator>jatmiko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 02:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-445</guid>
		<description>SBI adalah sekolah yang di amanatkan UU.Itu merupakan tanggung jawab kita semua untuk mewujudkannya. Jujur kita mengakui bahwa kita belum mempunyan bentuk yang benar2 pas yang benar2 teruji mampu menghasilkan produk lulusan yang berkualitas international. Kita memang baru tahap mencari bentuk yang sempurna itu....namun demikian bukan berarti usaha menuju ke sempurnaan terus dihentikan karena banyajnya permasalhan di RSBI. Kita terus maju berusaha sekaut tenaga mencari bentuk itu, karena memang harus ada yang memulai bergerak untuk sautu perubahan yang kita harapkan. Tanpa bertindak.kita tidak akan bisa mendapatkan hasil. Namun memang harus menjadi keprihatinan kita..manakala ada pihak2 yang berusaha mengambil keuntungan dari masalah ini. Orang2 seperti itu harus dibersihkan agar usaha yang kita impikan semua bisa tercapai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SBI adalah sekolah yang di amanatkan UU.Itu merupakan tanggung jawab kita semua untuk mewujudkannya. Jujur kita mengakui bahwa kita belum mempunyan bentuk yang benar2 pas yang benar2 teruji mampu menghasilkan produk lulusan yang berkualitas international. Kita memang baru tahap mencari bentuk yang sempurna itu&#8230;.namun demikian bukan berarti usaha menuju ke sempurnaan terus dihentikan karena banyajnya permasalhan di RSBI. Kita terus maju berusaha sekaut tenaga mencari bentuk itu, karena memang harus ada yang memulai bergerak untuk sautu perubahan yang kita harapkan. Tanpa bertindak.kita tidak akan bisa mendapatkan hasil. Namun memang harus menjadi keprihatinan kita..manakala ada pihak2 yang berusaha mengambil keuntungan dari masalah ini. Orang2 seperti itu harus dibersihkan agar usaha yang kita impikan semua bisa tercapai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ISPADA</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/dampak-rsbi-sbi.html/comment-page-1#comment-440</link>
		<dc:creator>ISPADA</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 10:03:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=132#comment-440</guid>
		<description>SAYA BERHARAP PEMERINTAH DAERAH YG HARUS LEBIH DULU TAU APA ITU RSBI DAN PERNIK 2 NYA SEHINGGA APA YG DI HARAP KAN BISA CEPAT NYAMBUNG DAN TERIALISASI .KARENA MENURUT SAYA SEKOLAH RSBI IDENTIK DENGAN SARANA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA BERHARAP PEMERINTAH DAERAH YG HARUS LEBIH DULU TAU APA ITU RSBI DAN PERNIK 2 NYA SEHINGGA APA YG DI HARAP KAN BISA CEPAT NYAMBUNG DAN TERIALISASI .KARENA MENURUT SAYA SEKOLAH RSBI IDENTIK DENGAN SARANA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

