<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>indonesiaeducate.org &#187; Lighter Side</title>
	<atom:link href="http://indonesiaeducate.org/category/lighter-side/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiaeducate.org</link>
	<description>indonesia educate</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 17:33:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Liburan Sambil Nambah Pengetahuan</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/liburan-sambil-nambah-pengetahuan.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/liburan-sambil-nambah-pengetahuan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 06:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Zamroni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Lighter Side]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Liburan biasanya identik dengan acara bersantai, bersenang-senang, dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas pendidikan. Padahal sebenernya acara mengisi liburan juga bisa menjadi wahana baru untuk belajar, dengan cara yang berbeda, dan tentunya menyenangkan. Hah? Belajar lagi? Apa ndak mumet? Liburan kan waktunya untuk recharge pikiran, agar setelah liburan selesai, pikiran lebih segar dan siap menerima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan biasanya identik dengan acara bersantai, bersenang-senang, dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas pendidikan. Padahal sebenernya acara mengisi liburan juga bisa menjadi wahana baru untuk belajar, dengan cara yang berbeda, dan tentunya menyenangkan.</p>
<p>Hah? Belajar lagi? Apa ndak mumet? Liburan kan waktunya untuk recharge pikiran, agar setelah liburan selesai, pikiran lebih segar dan siap menerima pelajaran.</p>
<p>Biasanya kita lebih suka mengunjungi mall dan pusat perbelanjaan, atau pergi ke tempat wisata. Namun, yang namanya liburan, tempat-tempat tersebut ramai dan harga-harga cenderung naik. Padahal kalau mau jeli, ada cara lain untuk mengisi liburan yang murah dan bermanfaat!</p>
<p>Berikut ini beberapa cara mengisi liburan yang murah, bermanfaat, dan pastinya menyenangkan.</p>
<p><strong>Mengunjungi Museum dan Tempat Bersejarah</strong></p>
<p>Kita ini punya banyak sekali peninggalan bersejarah. Di Jakarta aja, setidaknya ada 34 museum, dan itu belum termasuk bangunan dan tempat-tempat bersejara lainnya. Mengunjungi museum bisa menjadi acara liburan yang murah (rata-rata cuma bayar 2 ribu rupiah untuk ongkos masuk, bahkan ada yang gratis), dan tentu saja bisa menambah wawasan.</p>
<p>Jujur saja, dulu saya paling benci dengan  pelajaran sejarah. Namun semenjak mengunjungi beberapa museum, pikiran saya terbuka dan saya menyesal, kenapa dulu membenci pelajaran sejarah. Usut punya usut, rupanya metode &#8220;menghafal&#8221; yang saya peroleh semasa sekolah itu sangat membosankan dan tidak asyik. Coba dulu pas pelajaran Sejarah sambil mengunjungi langsung museum atau tempat bersejarah lain yang terkait dengan bahasan pada pelajaran tersebut. Pasti lebih menyenangkan!</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2757/4127872167_a4c786d27d_d.jpg" alt="" width="500" height="334" /><p class="wp-caption-text">Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)</p></div>
<p>Nah, di Jakarta, museum-museum yang layak dikunjungi banyak tersebar di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua. Tempat ini memang kerap menjadi favorit untuk melihat bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda. Tercatat ada 6 museum di sini: Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), <a title="Museum Wayang: Menyimpan Koleksi Wayang Berbagai Daerah" href="http://jengjeng.matriphe.com/museum-wayang-menyimpan-koleksi-wayang-berbagai-daerah.html" target="_blank">Museum Wayang</a>, <a title="Museum Seni Rupa dan Keramik, Menyimpan Koleksi Benda Seni Berbagai Masa dan Bangsa" href="http://jengjeng.matriphe.com/museum-seni-rupa-dan-keramik-menyimpan-koleksi-benda-seni-berbagai-masa-dan-bangsa.html" target="_blank">Museum Seni Rupa dan Keramik</a>, <a title="Museum Bank Mandiri, Potret Perbankan Masa Lalu" href="http://jengjeng.matriphe.com/museum-bank-mandiri-potret-perbankan-masa-lalu.html" target="_blank">Museum Bank Mandiri</a>, <a title="Museum Bank Indonesia, Museum Bermultimedia" href="http://jengjeng.matriphe.com/museum-bank-indonesia-museum-bermultimedia.html" target="_blank">Museum Bank Indonesia</a>, dan <a title="Museum Bahari: Sejarah Maritim dan Titik 0 Km Jakarta" href="http://jengjeng.matriphe.com/museum-bahari-sejarah-maritim-dan-titik-0-km-jakarta.html" target="_blank">Museum Bahari</a>. Di sekitar Monas, ada Museum Nasional (Museum Gajah) dan <a title="Museum Taman Prasasti, Bekas Makam Tertua Batavia" href="http://jengjeng.matriphe.com/museum-taman-prasasti-bekas-makam-tertua-batavia.html" target="_blank">Museum Taman Prasasti</a>.</p>
<p>Tuh kan, banyak toh? Padahal masih ada Museum Layang-Layang, Museum Polri, Museum TNI, Museum Proklamasi, Gedung Arsip Nasional, dan museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah. Ini baru di Jakarta, belum di daerah lain.</p>
<p>Keuntungan lainnya, biasanya yang berkunjung ke museum itu sedikit, maka daripada berdesak-desakan di mall dan tempat wisata, tentu lebih nyaman melihat-lihat koleksi museum, bukan?</p>
<p><strong>Mengunjungi Planetarium, Kebun Binatang, dan Tempat Pelestarian Lingkungan</strong></p>
<p>Malas ke museum? Bisa juga mengunjungi kebun binatang. Melihat secara langsung hewan-hewan yang jarang kita lihat juga bisa menambah pengetahuan. Kalo di Jakarta, bisa datang ke Ragunan (favorit saya, mengunjungi <a title=" Pusat Primata Schmutzer: Pusat Primata Terbesar di Dunia" href="http://jengjeng.matriphe.com/pusat-primata-schmutzer-pusat-primata-terbesar-di-dunia.html" target="_blank">Pusat Primata Schmutzer</a>) atau ke Taman Safari di Cisarua, Pandaan, dan Bali. Memang, pengunjung tempat-tempat ini juga akan membludak, namun tak mengapa demi mengisi liburan, bukan?</p>
<p>Kalo ndak pengen ke kebun binatang, bisa juga datang ke suaka marga satwa, taman nasional, atau cagar alam. Untuk ke sini, memang perlu sedikir repot dalam mengurus perijinan (simaksi &#8211; surat izin masuk kawasan konservasi), namun begitu masuk percayalah akan sangat menyenangkan.</p>
<p>Di Jakarta, ada <a title="Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Mangrove Terakhir Jakarta" href="http://jengjeng.matriphe.com/suaka-margasatwa-muara-angke-hutan-mangrove-terakhir-jakarta.html" target="_blank">Suaka Margasatwa Muara Angke</a> yang menjadi benteng terakhir abrasi di laut utara Jakarta. Atau bila pengen yang lebih jauh, bisa ke <a title="Jeng-Jeng Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu" href="http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-pulau-pramuka-kepulauan-seribu.html" target="_blank">Taman Nasional Kepulauan Seribu</a>, untuk menyaksikan penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricate</em>), elang bondol (<em>Haliastur indus</em>) yang menjadi maskot Jakarta,  dan terumbu karang yang sangat indah.</p>
<p>Pengen tau tentang astronomi? Silakan kunjungi <a title="Belajar Astronomi di Planetarium, Jakarta" href="http://jengjeng.matriphe.com/belajar-astronomi-di-planetarium-jakarta.html" target="_blank">Planetarium</a> yang berada di kompleks Taman Isamil Marzuki di Cikini. Atau kalau tertarik dan pengen tahu lebih dekat tenang budaya, bisa mengunjungi <a title="Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan" href="http://jengjeng.matriphe.com/perkampungan-budaya-betawi-situ-babakan.html" target="_blank">Kampung Betawi Situ Babakan</a> atau ke Saung Mang Ujo di Bandung.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4067/4211248446_695f956453_d.jpg" alt="" width="500" height="334" /><p class="wp-caption-text">Melihat aktivitas ibadah umat beragama lain untuk menumbuhkan rasa toleransi</p></div>
<p>Bila ada uang lebih, datang ke Jogja dan mengunjungi kraton atau candi-candi lainnya. Atau mengunjungi <a title="Destinasi: Candi dan Tempat Ibadah" href="http://jengjeng.matriphe.com/category/destinasi/candi-tempat-wisata" target="_blank">tempat ibadah umat agama lain</a> untuk mengenal lebih dekat untuk memupuk rasa toleransi juga menarik.</p>
<p><strong>Lakukan Hobi</strong></p>
<p>Bila memang benar-benar enggan keluar rumah, liburan juga bisa diisi dengan kegiatan menyenangkan. Membaca buku atau melakukan hobi yang selama ini tersita waktunya karena kesibukan tentu menarik. Sekedar melukis, mencoba membuat masakan berdasar resep di Internet, tentu juga bisa menjadi alternatif mengisi liburan yang tak hanya murah, namun juga bermanfaat.</p>
<p>Siapa tau dari hobi, kita juga bisa mendapatkan penghasilan sampingan. <img src='http://indonesiaeducate.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat mengisi liburan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/liburan-sambil-nambah-pengetahuan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengisi liburan sekolah : siswa SD</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/mengisi-liburan-sekolah-siswa-sd.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/mengisi-liburan-sekolah-siswa-sd.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 17:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ken Sanjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lighter Side]]></category>
		<category><![CDATA[liburan sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Hasrat menggejolak dari anak-anak yang libur sekolah dikarenakan iklan TV. Ya, ya, ya. katakanlah itu program mengisi liburan ala hedonisme : pergi ke mall ini atau anu karena ada mainan ini atau anu. Celakanya anak-anak pun sudah pandai mempersuasi ortunya dengan iming-iming diskon atau paket murah dengan menggunakan kartu kredit dari bank anu. Saya cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasrat menggejolak dari anak-anak yang libur sekolah dikarenakan iklan TV. Ya, ya, ya. katakanlah itu program mengisi liburan ala hedonisme : pergi ke mall ini atau anu karena ada mainan ini atau anu. Celakanya anak-anak pun sudah pandai mempersuasi ortunya dengan iming-iming diskon atau paket murah dengan menggunakan kartu kredit dari bank anu. </p>
<p>Saya cuma jadi melamun ingat masa kecil dan terharu biru mengenang cara saya mengisi liburan : dulu. Walau selorohan anak saya adalah &#8221; ya, lain dulu lain sekarang kaleee&#8221;. Anak SD semasa saya dulu, libur tak libur kegiatannya sama :<br />
1. membuat kue dari tanah merah<br />
 Tanah diberi air, dicetak dan dijemur di bawah terik matahari.</p>
<p>2. mencari daun waru : untuk membuat minyak-minyakan<br />
jaman dulu ngetrend abis yang namanya main jual-jualan: daun dipotong-potong segala bentuk, bunga-bunga diuntai menjadi kalung atau anting, daun waru diperas dan airnya menjadi minyak yang dijual dengan literan (nah jadi belajar matematika kan?)</p>
<p>3. lomba panjat pohon<br />
tak perduli laki perempuan,  permainan yang mengasyikkan adalah lomba panjat pohon. Mulai dari pohon yang mudah dipanjat seperti flamboyan  yang berdahan lebar, sampai pohon sirsak yang banyak ulatnya. hiiiiiiy.</p>
<p>4. main sepeda<br />
wah , ini sih masih bisa diberlakukan di jaman sekarang! Silakan disarankan kepada anak-anak.</p>
<p>5. lomba<br />
lomba main kutik dengan karet, lomba gambaran, lomba gundu, lomba biji karet, banyaklah!</p>
<p>6. main peran<br />
nah yang satu ini juga seru! main perang-perangan, dokter-dokteran, guru-guruan, sampai maling-malingan! anehnya dulu tidak ada yang kenal konsep idol-idolan!</p>
<p>Tiba-tiba, saya dicolek anak saya yang berkata, &#8221; Bu, pinjam I-pad nya dong! Bosan nih main game di komputer&#8221;. Gubrak. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/mengisi-liburan-sekolah-siswa-sd.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romantika Gaya Belajar: Bimbel Scenario</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/romantika-gaya-belajar-bimbel-scenario.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/romantika-gaya-belajar-bimbel-scenario.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 11:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffodil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lighter Side]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Bicara mengenai bimbingan belajar, saya jadi teringat dengan metode pengajaran yang pernah saya &#8216;cicip&#8217; di sebuah lembaga bimbel di Dewi Sartika. Ketika itu mata pelajaran yang disuguhkan adalah matematika ilmu sosial. Pengajarnya kebetulan owner dari lembaga tersebut yang saat itu terkenal bertangan dingin. Keberhasilan gaya mengajarnya sudah melegenda di kalangan siswa seperti saya saat itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara mengenai bimbingan belajar, saya jadi teringat dengan metode pengajaran yang pernah saya &#8216;cicip&#8217; di sebuah lembaga bimbel di Dewi Sartika. Ketika itu mata pelajaran yang disuguhkan adalah matematika ilmu sosial. Pengajarnya kebetulan owner dari lembaga tersebut yang saat itu terkenal bertangan dingin. Keberhasilan gaya mengajarnya sudah melegenda di kalangan siswa seperti saya saat itu. Keajaiban, ya itulah yang kami harapkan.</p>
<p>Awal sesi dimulai seperti biasa. Kami membuka modul matematika kami dan mulai melihat-lihat rumus serta contoh-contoh soalnya.  Sang Ibu kemudian meraih mikropon dan mulai membaca rumus tersebut. Lalu kami diminta untuk mengikutinya. M e n g i k u t i n y a? Iya, benar. Kami diminta menyebutkan rumus keras-keras. Anda bisa bayangkan seperti apa riuh rendahnya ruangan? Sekitar 70an anak-anak SMA bersahut-sahutan menghapalkan rumus dengan setengah berteriak.</p>
<p>Saya bingung. Sepertinya saya juga tidak sendirian. Tapi berhubung sang Ibu nada bicaranya tegas dan sepertinya tidak ada harapan juga bagi kami untuk tawar menawar, kami semua patuh.</p>
<p>Lama saya menyadari arti dari permintaan si Ibu. Ternyata Ibu mengaplikasikan konsep gaya belajar (learning style) ketika beliau mengajar. Mengerjakan soal dalam diam untuk si visual dan berteriak untuk si audio. Wah, wah, wah. Tambah kagum saya terhadap si Ibu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/romantika-gaya-belajar-bimbel-scenario.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tema pada Ujian Nasional 2010</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/tema-pada-ujian-nasional-2010.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/tema-pada-ujian-nasional-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 17:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariskova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lighter Side]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[TEMA ujian nasional tahun 2010 adalah Raih Prestasi Dengan Kejujuran. Kata Kejujuran terus terang menggelitik. Apabila bicara tentang dunia pendidikan, buat banyak orang, kejujuran adalah satu nilai yang tidak bisa ditawar, yang wajar ada dalam proses, yang logikanya dilakukan oleh pelaku dunia akademis. Namun, dengan melekatkan kata Kejujuran dibelakang Prestasi, saya seakan diingatkan betapa ujian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a title="Tema UN 2010" href="http://bsnp-indonesia.org/id/?p=580">TEMA</a></strong> ujian nasional tahun 2010 adalah <em>Raih Prestasi Dengan Kejujuran</em>.<br />
Kata Kejujuran terus terang menggelitik. Apabila bicara tentang dunia pendidikan, buat banyak orang, kejujuran adalah satu nilai yang tidak bisa ditawar, yang wajar ada dalam proses, yang logikanya dilakukan oleh pelaku dunia akademis.</p>
<p>Namun, dengan melekatkan kata Kejujuran dibelakang Prestasi, saya seakan diingatkan betapa ujian nasional tahun-tahun sebelumnya selalu ditemukan adanya kecurangan: para siswa yang ramai-ramai menyontek, para pengawas yang ramai-ramai membiarkan siswanya menyontek, sekolah-sekolah yang memberikan dukungan isi ujian kepada siswa-siswanya&#8230; Semuanya atas nama ketakutan akan tidak lulus ujian nasional! Menyedihkan! Atas dasar kecurangan yang terjadi itu pula sejumlah <a title="UN untuk PTN" href="http://www.republika.co.id/berita/105545/rektor-keberatan-nilai-un-jadi-syarat-masuk-ptn">universitas</a> tidak mau menerima hasil ujian nasional sebagai alat masuk universitas.</p>
<p>Menyematkan tema pada ujian nasional adalah salah satu langkah baik -walau belum tentu efektif- karena tema bisa membuat orang-orang tunduk pada tujuan akhir: Berprestasi dan Jujur. Jujur! Bagaimana caranya supaya tema itu dilaksanakan, itu yang penting dan paling susah, tapi bukannya tidak mungkin untuk dilakukan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/tema-pada-ujian-nasional-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Guru Bahasa Arab</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/inspirasi-guru-bahasa-arab.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/inspirasi-guru-bahasa-arab.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 17:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Je</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lighter Side]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu malam ketika saya dalam perjalanan pulang, ban motor saya bocor di daerah Manggarai, Jakarta. Segeralah saya mencari-cari tukang tambal ban. Syukurlah saya tidak harus membakar lemak terlalu banyak untuk menemukan tukang tambal ban. Bahkan ketika sampai disana saya mendapatkan sebuah foto yang membuat saya berpikir &#8220;Bagaimana cara seorang guru bahasa Arab bisa sebegitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-99 alignright" title="jual bensin" src="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/01/jual-bensin-300x225.jpg" alt="jual bensin" width="300" height="225" />Di suatu malam ketika saya dalam perjalanan pulang, ban motor saya bocor di daerah Manggarai, Jakarta. Segeralah saya mencari-cari tukang tambal ban. Syukurlah saya tidak harus membakar lemak terlalu banyak untuk menemukan tukang tambal ban. Bahkan ketika sampai disana saya mendapatkan sebuah foto yang membuat saya berpikir  &#8220;Bagaimana cara seorang guru bahasa Arab bisa sebegitu menginspirasi muridnya yang sekarang menjadi tukang tambal ban?  <img src='http://indonesiaeducate.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   -Je-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/inspirasi-guru-bahasa-arab.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

