<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>indonesiaeducate.org &#187; Guest Profile</title>
	<atom:link href="http://indonesiaeducate.org/category/guest-profile/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiaeducate.org</link>
	<description>indonesia educate</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 02:40:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Professional Development dari Paula</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/tips-professional-development-dari-paula.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/tips-professional-development-dari-paula.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 15:07:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Je</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Profile]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Daff, Dep, Ken dan saya berkumpul untuk beberapa cangkir kopi, kami memutuskan untuk mengangkat tema teknologi di postingan-postingan kami. Dan waktu itu saya langsung teringat oleh seorang guru yang menurut saya benar-benar perlu diketahui banyak orang di dunia. Saya memutuskan untuk berkomunikasi dengan Paula. Berikut adalah cuplikan jawaban dari tiga pertanyaan yang saya kirimkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Daff, Dep, Ken dan saya berkumpul untuk beberapa cangkir kopi, kami memutuskan untuk mengangkat tema teknologi di postingan-postingan kami. Dan waktu itu saya langsung teringat oleh seorang guru yang menurut saya benar-benar perlu diketahui banyak orang di dunia.</p>
<p><a href="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/05/paula2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-329" title="Paula Ledesmana" src="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/05/paula2.jpg" alt="" width="64" height="64" /></a></p>
<p>Saya memutuskan untuk berkomunikasi dengan Paula. Berikut adalah cuplikan jawaban dari tiga pertanyaan yang saya kirimkan ke Paula melalui fasilitas <em>messaging</em> di situs itu:</p>
<p>Je:</p>
<p>Bisakah anda menceritakan sedikit tentang anda dan social network yang anda bangun ini?</p>
<p>Paula:</p>
<p>Well, saya adalah guru dari Argentina. Saya mengkhususkan diri di bidang Sejarah dan Teknologi Pendidikan. Saat ini saya sedang meyelesaikan S2 saya di Teknologi Pendidikan di University of Buenos Aires. Saya sendiri sudah bekerja sebagai Teacher Trainer dan Konsultan Pendidikan sejak tahun 2004.</p>
<p><a href="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/05/paula.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-330" title="Paula dan her colleagues" src="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/05/paula.jpg" alt="" width="139" height="104" /></a></p>
<p>Saya sangat tertarik sekali dengan Professional  Development dalam bidang pendidikan. Saya  bergabung ke beberapa situs jejaring sosial sampai  suatu hari saya memutuskan untuk membuat sebuah  jaringan sosial sendiri. Saya memakai <a href="http://www.ning.com/">NING</a>—sebuah  platform online yang menyediakan fasilitas pembentukan komunitas tertentu secara online. Tujuan saya adalah untuk bisa berbagi minat saya kepada teman-teman di semua belahan dunia. Di <a href="http://teach-with-internet.ning.com/">Teach With Internet</a> saya bisa melakukan banyak hal seperti posting link, bahan mengajar, event-event, video dan juga foto-foto yang ada sangkut pautnya dengan dunia pendidikan.</p>
<p>Je:</p>
<p>Apakah ada hal-hal yang sangat menarik yang tidak bisa anda lupakan dalam pembuatan social network ini?</p>
<p>Paula:</p>
<p>Tentu saja. Saya pernah mengundang satu orang untuk bergabung online di situs saya. Setelah itu, tiba-tiba saja saya mendapat tawaran untuk menulis buku tentang tren pengajaran yang akan diterbitkan di negaranya segera. Buku itu berjudul: <em>Smart Teaching: A </em><em>transformational approach</em>. Selain itu saya juga mendapat banyak sekali undangan untuk bergabung menjadi peserta maupun presenter di beberapa <em>online course</em>. Yang paling menarik buat saya adalah bahwa saya belum pernah sekalipun bertemu dengan orang-orang itu. Semuanya dilakukan secara <em>online</em>!</p>
<p>Je:</p>
<p>Menarik sekali, Paula. Tentu saja banyak sekali orang-orang&#8211;di Indonesia terutama&#8211;yang ingin tahu apa saja sebenarnya yang harus kita lakukan ketika kita dihadapkan pada penggunaan teknologi untuk mengajar. Ada saran?<br />
Paula: Hal yang terpenting adalah tidak berhenti belajar. Dalam hal teknologi yang selalu berkemdang dan banyak sekali pilihan, yang terpenting adalah training-training tentang bagaimana menggunaka teknologi itu sendiri. Kalau guru-guru mendapatkan kesempatan mengikuti training-training dalam hal teknologi, tentunya mereka dapat mewujudkan imajinasi mereka dalam hal cara-cara mengajar. Yang saya ketahui, sekarang ini banyak sekali guru-guru yang “menghindari” penggunaan teknologi karena mereka tidak tahu bagaimana menggunakan teknologi itu. Sekali guru itu bisa, tentunya penerapan teknologi di kurikulum bukan menjadi masalah lagi. Menurut saya, guru-guru harus benar-benar mencoba <a href="http://www.wiki.com/">WIKI</a>.</p>
<p>Di bagian akhir wawancara saya dengan Paula, dia mengatakan hal yang saya pribadi sangat setuju.</p>
<p>“Mulailah mencari cara untuk bisa menruh karya-karya siswa di internet. Semakin banyak orang yang tahu kemajuan mereka dan menghargainya melalui komentar-komentar tentang tugas mereka, semakin termotivasilah mereka karena mereka sadar pekerjaannya ada yang mengapresiasi.”</p>
<p>Dari wawancara di atas saya berpikir. Apakah benar masalah guru di Indonesia terhadap teknologi adalah training-training untuk menggunakan teknologi itu? Jika benar, tentunya workshop-workshop kecil dan efektif mengenai penggunaan blog, facebook dan yang sejenis bisa menjadi solusi yang tepat. Apakah anda tertarik untuk mengikuti atau bahkan mengadakan workshop-workshop tersebut? Seberapa besarkan cinta anda kepada dunia pendidikan Indonesia?</p>
<p>&#8211;Je&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/tips-professional-development-dari-paula.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandiri &amp; Kreatif Ala Dik Doank</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/coming-soon.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/coming-soon.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 14:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffodil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/coming-soon.html</guid>
		<description><![CDATA[Salahsatu seminar yang saya sambangi pada hari Minggu tanggal 7 Februari yang lalu hadir dengan topik &#8216; Kiat-kiat dalam Memotivasi Anak agar Mandiri dan Kreatif&#8217;. Yang menarik hati saya adalah pembicara dari seminar itu. Mas Dik Doank. Entah sudah berapa lama saya berharap suatu hari dapat bertemu muka dengannya. Apalagi saya sudah mendengar tentang keberadaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/02/dik.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-213" title="dik" src="http://indonesiaeducate.org/wp-content/uploads/2010/02/dik-110x150.jpg" alt="" width="110" height="150" /></a>Salahsatu seminar yang saya sambangi pada hari Minggu tanggal 7 Februari yang lalu hadir dengan topik &#8216; Kiat-kiat dalam Memotivasi Anak agar Mandiri dan Kreatif&#8217;. Yang menarik hati saya adalah pembicara dari seminar itu. Mas Dik Doank. Entah sudah berapa lama saya berharap suatu hari dapat bertemu muka dengannya.</p>
<p>Apalagi saya sudah mendengar tentang keberadaan KANDANK JURANK DOANK yang menurut saya merupakan suatu proyek dari hati yang telah berperan dalam dunia pendidikan kita. Dengan cara dan metode pengajaran dan pembelajaran yang saya rasa menjadi alternatif dari sekian cara yang diketahui orang. Untuk pengetahuan lebih lanjut mengenai proyek tersebut melalu media virtual dapat mengunjungi <a href="http://kandankjurank.com">kandankjurank.com. </a></p>
<p>Secara garis besar, Mas DD (begitu saya akan menyebutnya di sini) menyampaikan pengalamannya sebagai orang tua dimana garis pendidikan yang diterapkan kepada anak-anaknya, Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti Kayya Hatti Imanni, boleh dibilang unik. Salahsatu aspek yang menurutnya penting dikembangkan dalam diri anak adalah kebebasan berpikir dan berekspresi. Sebagai contoh, Mas DD membiarkan anak-anaknya tersebut mencorat-coret bidang datar apapun dalam bentuk apapun di lingkungan rumahnya. Menurutnya, pelarangan dalam bentuk aturan-aturan akan mengekang perkembangan pemikiran anak menuju ke arah aspek kreativitas.</p>
<p>Di lain pihak, saya agak terkejut ketika Mas DD menyampaikan bahwa putra-putrinya telah diajarkan untuk mencari uang sendiri semenjak kecil. Salahsatu contoh kecil adalah ketika Ratta yang pandai melukis dibayar oleh teman-temannya untuk membuat proyek kartu. Menurut Mas DD hal ini penting untuk difasilitasi dengan banyak manfaat yang salahsatunya adalah memupuk rasa mandiri dalam berusaha.Hmm, sungguh sangat menarik.</p>
<p>Menghadiri seminar dengan Mas DD membuat saya sangat ingin mengunjungi kandank jurank-nya di Jurangmangu Ciputat untuk mengetahui lebih dalam lagi apa dan bagaimana kegiatan mereka disana. Harapan saya selain itu? Bertemu dengan Mas Dik Doank tentunya. <img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif" border="0" alt="" width="18" height="18" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/coming-soon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
